Perang Melawan Semut

“banyak semut dirumahku…gara-gara kamuh males bersih-bersih…” ♫ ♫

Bagi yang ngerasa masa kanak-kanaknya di era tahun 90an pasti tau penggalan dari lirik lagu di atas. Seperti halnya aku dulunya tentunya mengalami masa kanak-kanak di era jaman “jebot” itu, lagu yang hits ketika aku masih kelas 3 SD . Yap! itu adalah lirik lagu yang pernah di lantunkan oleh penyanyi anak-anak Enno Lerian yang berjudul “Si Nyamuk Nakal” . Lagu yang di ciptakan oleh Papa T. Bob itu dulu sungguh hits dan booming banget. Sampe-sampe aku dulu sempet punya kasetnya *tentunya orighinal ya, catet!* yang covernya berwarna ke-emasan bergambarkan boneka nyamuk,tikus dan lalet produksi dari rekaman…. *halah detail amat sih ngejelasinnya* *plak!*

Jadi gini nih ceritanya kenapa tiba-tiba aku inget kepada Enno Lerian *eh boong ding,ngapain inget dia hihi* kenapa tiba-tiba aku inget itu lagu, karena akhir-akhir ini entah kenapa di rumah tinggal kediaman kami yang sangat sederhana di hadiri oleh species ber-genre serangga itu. Dimana-mana disetiap sudut rumah ada saja aku temukan gerombolan semut itu. Makhluk kecil itu jumlahnya tidak sedikit dan menyebar disetiap sudut ruang. Kejadian pertama yang paling mengesalkan karena tingkah ulah hewan yang termasuk dalam ordo Himenoptera itu menggigit sebagian tubuh saya. Kira-kira beberapa minggu kemarin pas saya baru selesai mandi dan memakai pakaian, jiwa raga ini jadi ngerasa gatel eh gatal-gatal gitu. Gatelnya persis kayak ngerasa alergi gitu, sebagian dikulit membentuk bentolan dan memerah akibat digaruk karena yaa..gatal-gatal tadi. Karena merasa risih apa sih yang menyebabkan badan ini jadi bentol-bentol dan gatal nggak karuan gini, akhirnya aku menanggalkan baju yang sedang dikenakan. Eh ternyata yang aku temukan adalah beberapa ekor semut kecil-kecil yang entah tidak tahu datangnya dari mana. Ah sudahlah aku pikir, ini pasti semut yang nyangkut dari tempat jemuran dimana baju ini dijemur gitu. Padahal kan bajunya sudah di strika, pake rapika lagi,dan disimpan di lemari yang sudah dipasang anti ngengat semacam fugoo gitulah. Tapi ya sudah lah aku maklumi mungkin semut ini muncul dari sisa-sisa makanan yang terjadi karena aku sering banget ngemil dikamar sambil nonton tipi, baca, ato sambil online di dunia maya. Ternyata bener, seringnya aku ngemil dan mengumpulkan makanan yang serpihannya jatuh kemana baik di lantai maupun di meja *ih ketauan banget ya gue jorok! hiy everybody is hampir rata2 jorok kali :D* jadi berdatanganlah semut-semut masuk ke kamar ku. Akhirnya dengan sadar diri aku beres-beresin dan membersihkan kamar saat weekend itu agar tidak muncul lagi makhluk yang bernama semut itu biar kamar jadi bersih dan rapih gitu.

Eh tapi…ternyata dengan beres-beres gitu juga ternyata belum cukup ampuh untuk menyingkirkan semut-semut biadab itu. Setelah beberapa hari kemudian, sepulang kantor kebetulan aku membeli pempek dan di bawa ke rumah, karena aku buru-buru mau mandi sepulang itu amat terasa gerah, itu pempek aku lupa menyimpannya lebih dulu di lemari es melainkan aku langsung letakkan aja di meja dikamar. Aku pun bergegas mandi, selesai mandi dengan tubuh yang wangi *hihi* aku menuju ke kamar. Belum juga memakai handuk, melainkan hanya mengenakan handuk aku ngelirik bungkusan di meja itu. Dengan baunya yang khas, tak sabar aku langsung saja buka itu pempek dan aku comot makan dengan rakusnya. Enak tenan rasanya makanan khas daerah Palembang itu. Tapi…setelah beberapa saat kemudian, entah kenapa bibir ku rasanya kok gatel gitu, ada sesuatu yang aneh yang aku rasakan dan ku tatap bibir ini . Aku segera menghampiri cermin dan ternyata..Ohmaigat!!! bibir ini bengkak! TIDAAAAK!!! aku langsung histeris, shock, tidak percaya mengapa ini harus terjadi *lebay deh gue hihi* Oh bibirku ternyata berevolusi merbah bentuknya yang tadinya bibir ini sensual eh sekarang jadi dower a.ka monyong *huff* Gimana besok ngantor dengan bibir monyong? Apa kata rekan kerja bibir ini bengkak? apa kata klien semisal ada meeting dadakan? apa kata si bos pas dia ngeliat wajah ini begitu unik hanya karena bibir? Itulah keluhan yang aku rasa begitu takut akibat semut-semut itu. Ternyata usut punya usut setelah diperiksa, pempek yang aku makan tadi mengadung semut yang sedang mampir bermukim disana. Gilak! kayaknya kamarku belum bersih bener deh atau makhluk semut-semut ini memang sengaja mampir kerumah kami karena kami sekeluarga doyan makan yang manis-manis gitu? Oh ternyata salah bukan itu! Sekeluarga sudah heboh banget dengan memble nya bibir aku yang digigit semut-semut nggak seberapa itu. Untungnya ke esokan harinya bibir ini sudah normal, jadi aku nggak perlu malu ke kantor datang dengan bibir yang sudah normal. Semisal klo dipasang lipstik pasti sexy cyin *eh?* Emang bibirku ini semanis apa sih, sampe segitunya semut doyang ngigit aku?

Ealah ternyata aku nggak boleh ge-er dulu, sang ibunda tercinta dirumah ternyata juga sudah sangat kompain dengan keberadaan semut-semut dirumah kami ini. Dia wanti-wanti dengan menyimpan semua makanan dilemari dengan ditutup secara rapat-rapat. Bahkan lauk-pauk dirumah pun saking takutnya sama semut, disimpan di lemari es. Kebayang kan pas makan ayam goreng rasanya dingin dan keras karena disimpan disana? Mama tak luput juga beres-beres biar makhluk yang mau ngajak perang dengan kelarga kami itu lari dan tidak akan mengganggu ketentraman kami. Ternyata tidak. Segerombol semut-semut sialan itu makin menjadi-jadi dan semena-mena terhadap kami semua sekeluarga. Yang paling membuat saya dan keluarga kesal adalah saat saya ingin makan malam beberapa waktu lalu. Sekita jam 10 malam karena perut ini sudah tidak bisa berkompromi lagi karena laparnya *maklum saya suka menunda makan malam sih*, akhirnya saya kedapur mencari sesuatu yang bisa dimakan. Kebetulan magic jar belakangan itu lagi rusak karena tutupnya mengalami sedikit gangguan akhirnya nasi di simpan di dapur di letakkan di dalam dandang dan tentunya sudah di tutup dengan sangat rapat, karena sudah tau takut akan semut-semut itu. Ah untung ada opor ayam, sambel tempe, tumis udang masih ada. Tentunya semuanya sangat dingin karena disimpan dilemari es, tapi nggak apa-apa yang penting perut kenyang dan masih bisa dimakan. Saat ingin mengambil nasinya di dapur, apa yang saya dapatkan? Sial!!! semut-semut bangsat itu semakin menggila, mereka mengerubungi nasi yang disimpan di dandang yang sudah ditutup rapat-rapat. Sh*t! aku pun ngomel-ngomel nggak jelas jadinya karena kesal, begitu pula mama yang terlebih-lebih sebel minta ampun. Alhasil, saya ndak jadi makan! Nasinya sudah dinikmati semut-semut itu. Saya pun cuma bisa makan mie instan malam itu. Hiks! *inilah namanya menangis karena nasi*

Kebetulan ke esokan harinya adalah weekend. Jadi inilah kesempatan saya dan keluarga untuk balas dendam dalam membasmi makhluk serangga kecil-kecil itu. Kami sekeluarga siap bertempur dengan mereka karena kesempatan dihari lain tidak bisa mengingat kesibukan rutinitas kerja dikantor, dengan jiwa dan tekad yang kuat kami harus menang melawan semut-semut brengsek itu. Tanpa kenal lelah capek, yang penting kami menang melawan semut. Setiap sudut ruangan kami vermak, Oh ternyata! Banyak sekali segerombolan semut-semut itu, yang paling banyak ditemukan gerombolannya adalah di dapur. Ternyata mereka bersarang dari luar di pekarangan belakang rumah dan menyelinap melalui celah-celah dinding dari daput. Oh Gosh!!

Dengan gigih semua semut semoga bisa kami musnahkan berkat kekompakan kami sekeluarga. Sarangnya kami musnahkan dengan membakar dan menyiramkan dengan minyak tanah. Secara tragis balas dendam dengan komplotan mutan semut itu berjalan sukes! Walaupun dalam hukum syariat islam sebenarnya semut adalah sejenis hewan yang dilarang dibunuh. Ampuni dosa kami sekeluarga ya Allah!🙂

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: