Sebuah Renungan Jum’at Pagi

Pagi tadi (Jum’at 04 maret 2011) saya dapat sebuah kiriman Broadcast Message atau yang biasa disingkat oleh kalangan pengguna BlackBerry yaitu BM.

Jujur saja, saya termasuk orang yang paling nggak suka dengan BM tersebut. Dimana kebanyakan yang disampaikan adalah berita hoax yang tidak jelas asal usulnya. Makanya saya suka mengingatkan ke semua kontak di BlackBerry Messenger (BBM) saya untuk “No Broadcast”.

Tapi pagi, saya menerima sebuah BM dari kerabat dekat saya yang menurut saya tulisannya indah dan juga menyentuh.

Sebuah BM yang bakal menjadi insiparasi bagi kita.

Mungkin sebagian pembaca sudah menerima BM ini sebelumnya. Tapi mungkin juga sebagian tidak.

Tentunya saya tidak tau sumber BM ini asal usulnya dari mana. Dan saya pun tidak tahu siapa yang menulis tulisan kisah tulisan yang indah ini sebelumnya. Mohon maaf kepada penulis tulisan ini sebelumnya, bukannya saya plagiat atau copy paste, tapi yang pasti saya hanya ingin berbagi saja tulisan indah ini kepada semua yang belum sempat membacanya ataupun yang sudah. Mengingat dengan berbagi itu tentunya menjadi indah, bukan?

Berikut kutipan dari Broadcast Message yang saya terima pagi tadi.

Suatu hari, seorang yang sedang putus cinta menangis di taman,  saat itu datang seorang ahli filsafat dan kemudian bertanya kepadanya :

“Kenapa kamu mengangis??!”

Orang itu menjawab

“aku sangat sedih, kenapa dia meninggalkanku??!!!!”

Lalu kemudian sang filsafat itu malah tertawa dan kemudian berkata

“Kamu bodoh sekali..”

Kembali orang yang putus asa itu menjawab

“Kamu ini bagaimana?! Aku sedang putus cinta sudah cukup menyedihkan. Tak apalah kalau kamu tidak mau membujukku, tapi kenapa kamu masih mentertawaiku”

“Bodoh!!!, kamu tidak perlu bersedih, karena yang seharusnya sedih adalah dia” kata orang filsafat itu.

“Kenapa dia yang bersedih? Kan dia yang memutuskan ku??” simbat orang yang lagi sedih itu

“karena kamu hanya kehilangan orang yang tidak mencintaimu, tetapi dia kehilangan orang yang sangat mencintainya..” kembali di jawab oleh orang filsafat itu.

***

Jangan tertarik dengan seseorang hanya karena parasnya, sebab ke elokan paras dapat menyesatkan pula tertarik kepada kekayaan, karena kekayaan dapat musnah

Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah

Semoga teman-teman ku semua suatu saat bisa menemukan orang-orang seperti itu.

Milikilah selalu hari-hari yang indah sahabat, sukses dan kegembiraan selalu semoga akan menjadi milik kita di setiap waktu yang kita jalani **

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: