Forgive & Forget

Lagi lagi saya mendapatkan sebuah Broadcast Message atau yang biasa disingkat oleh kalangan pengguna BlackBerry di Indonesia sebagai BM.

BM tersebut saya terima pagi tadi, saat embun sejuk masih begitu terasa, dan tentunya BM tersebut dikirim oleh salah satu teman dekat saya yang ada di kontak BlackBerry Messenger (BBM).

Teman saya tersebut memang selalu rajin mengirimkan BM disetiap Jum’at pagi dan yang pasti isi BM tersebut pasti selalu berisikan semacam renungan singkat, motivasi, pengendalian diri atau tulisan apapun yang menyangkut agar supaya membuat moral kita tertegun akan tulisan BM nya.

Saya pun tentunya tidak tahu teman saya itu dapat dari mana sumber BM yang dia kirim. Dan juga kepada penulisnya sebelumnya, saya mohon maaf, bukan saya plagiat atau copy paste tulisan ini, tapi disini saya hanya ingin sekedar berbagi isi BM yang bisa membuat hati kita sedikit tertegun. Kemungkinan ada sebagian warga ngerumpi yang belum sempat membaca tulisan ini, bukan?

Berikut kutipan BM yang saya terima tadi pagi.

Seorang Guru TK mengadakan “permainan”

Ibu Guru menyuruh anak murid nya membawa kantong plastik transparan 1buah & kentang.

Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci. Sehingga jumlah kentang-kentangnya nya tdk ditentukan berapa, tergantung jumlah orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yg berjumlah 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5 buah kentang yang sudah diberi nama berdasarkan yang mereka benci.

Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid2 mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tdk sedap.

Setelah 1minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu anak-anak?”

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi.

Gurupun menjelaskan apa arti dari “Permainan” yang mereka lakukan.

Ibu Guru: Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.!

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi.

“Itu hanya 1 minggu, bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidųp…?”

Alangkah tidak nyamannya..

Karena itu, lepaskanlah maaf dan pengampunan kepada orang yang Anda benci.

Karena ketika anda tidak mau mengampuni atau memaafkan , anda akan seperti memegang bola berduri. Semakin anda tidak mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yang akan merasakan sakit.

Karena itu tidak ada jalan lain kecuali melepaskan kebencian..

***

Jadi bagaimana dengan sebagian orang yang pernah aku sakiti dan pernah tersinggung karena perkataan maupun perbuatanku baik sengaja maupun tidak?

Kepada siapapun, saya sangat mohon maaf. Dari tulisan ini saya begitu sangat menghayati dan tertegun akan begitu pentingnya untuk memaafkan.

…Maafkan aku yaa…

Semoga tidak ada kebencian diantara kita semua.

Milikilah selalu hari-hari yang indah sahabat, sukses dan kegembiraan selalu semoga akan menjadi milik kita di setiap waktu yang kita jalani.

Tag: , ,

2 Tanggapan to “Forgive & Forget”

  1. ehfazella Says:

    kebencian yang di tahan lama akan membusuk di hati, sebagaimana kentang itu

  2. reyno Says:

    yah begitulah. Semoga hati ini jauh dari dendam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: