Source Code

Sudah terhitung 4 bulan lebih sayah tidak nonton film ke bioskop. Jangka waktu yang lumayan lama bagi seorang yang movie freak macam saya untuk tidak menonton film hihi. Yah di maklumi saja seperti yang sebagian kita sudah tahu bahwa perfilman Hollywood kemarin-kemarin menarik peredaran untuk pemutaran film-filmnya di Indonesia jadi film yang tayang di bioskop saat ini bisa di katakan kurang up to date lagi, nggak seperti dulu dikarenakan masalah yang itu tuh (tidak perlu lah saya bahas lagi, karena sebelumnya sudah saya bahas di artikel sebelumnya mengenai ini).

Kemarin tetiba saya kangen dengan yang namanya bioskop. Well, akhirnya untuk melepas kepenatan dan stress akibat rutinitas dari kantor saya pun akhirnya berniat nonton begitu sahaja,Dan akhirnya dengan tekad dan kaut setelah menempuh perjalanan yang cukup gempor dari kantor ke bioskop melalui tetes darah, keringat dan air mata *iya saya akui ini memang lebay* akhirnya saya sampai di Bioskop terbaik di kota tempat saya bermukim.. Iya bioskopnya sih paling keren menurut pandangan kacamata masyarakat di kota tempat saya bermukim, tapi ampun dah sebenernya menurut saya malah ngehe’ banget tempatnya, amat kalah keren di bandingkan yang kayak Djakarta Theater XXI di Jakarta atau dibandingkan dengan 21 Setiabudi One di Kuningan apalagi mau dibandingkan dengan Epicentrum XXI, Studio EX XXI atau Blitz Megaplex , wah jauh banget jangan ngimpi. Eh harga nomatnya aja kayak harga weekend di bioskop keren di Jakarta lho, trus belum lagi film-film Now Showing nya malah kebayakan film-film yang udah dari jaman bauhela baru tayang disana contohnya Street Dance aja baru selesai tayang, haha. Bayangin aja film semacam Burlesque, Social Network, Buried, Date Night, Going To Distance, Letter To Juliet , Black Swan, Step Up 3 aja Coming Soon, boo. Hoi masih Coming Soon, gitu lho!! fiuhh *lha, kok saya malah bahas kejelekan bioskopnya hihi*.

Nah sesampai nya di bioskop yang super duper keren itu *baca ble’e * Ternyata ada film yang lagi booming saat ini dan entah mengapa ini film lagi tayang di bioskop ini. Yap, film Source Code ternyata lagi tayang di bioskop ini. Saya pun tanpa pikir panjang, langsung saja membeli karcisnya dan minta tempat duduk di Row B seat 16. Dengan semangat membara film Source Code ini mendapat prediksi dari benak saya akan menjadi tontonan yang menarik, disamping itu juga para pemainnya keren-keren dalam berakting. Apalagi sebelumnya saya sudah membaca dan menonton resensi film ini. Kebetulan film ini jam tayangnya dimulai pukul 20 : 05 WIB, sehingga memungkinkan ada waktu sejenak untuk membeli beberapa cemilan ke supermarket di tempat bioskop ini berada untuk bekal menonton. Kebiasaan buruk saya adalah selalu membeli cemilan dari luar, bukan membeli di café yang tersedia di setiap bioskop, hihi. Akhirnya setelah beli cemilan, masuklah saya ke bioskop yang pintu teaternya sudah menganga terbuka lebar dan saya pun dengan sukses dan berhasil menyelundupkan sebotol Jungle Juice rasa mangga kesukaan saya, 2 biji Soyjoy strawberry dan sekantong kacang panggang Mayasi hahaha *tertawa kejam ala Vicky Burky*

Begitu duduk manis, film Source Code pun akhirnya dimulai. Berikut saya bahas sinopsis film keren ini menurut versi saya.

Film ini menceritakan tentang seorang Kapten Colter Stevens (di perankan oleh Jake Gyllenhaal) adalah seorang tentara yang bertugas menemukan seorang pembom kereta api di Chicago, intinya, tiba-tiba saja ia terbangun dalam tubuh seorang pria tak dikenal, ia mendapati dirinya menjadi bagian dari misi menemukan pengebom kereta sehingga Steven ditugasin ke masa lalu untuk mencari tahu informasi tentang pelaku pengeboman kereta di Chicago yang ternyata pelakunya merupakan salah satu dari penumpang kereta tersebut. Sebelumnya, Steven sendiri merupakan prajurit yang ternyata sudah di anggap telah meninggal selama 2 bulan, karena kecelakaan saat perang di afganistan, yang ternyata otaknya digunakan oleh salah satu organisasi keamanan pemerintah di USA, yang dipimpin oleh Jeffry Wright *lupa tuh ini di perankan oleh siapa, hihi* *ditendang ke selokan*. Nah untuk sebagai sarana untuk mengungkap identitas pembom tersebut jalan satu-satunya hanyalah melalui “Source Code” sebuah program yang memungkinkannya untuk melintas ke identitas orang lain dalam waktu 8 menit sebelum hidup orang tersebut berakhir. Dalam hitungan detik, ancaman yang lebih besar akan membunuh jutaan warga pusat kota Chicago, tetapi dengan berusaha keras Steven mencoba membangun rangkaian peristiwa tersebut berulang-ulang, mengumpulkan petunjuk, sampai ia dapat memecahkan misteri dan mencegah ancaman berikutnya. Di dalam program Source code ini Steven di jadikan dirinya sebagai salah satu orang yang berada di dalam kereta tersebut, yaitu sebagai penumpang bernama Sean.

Disini diceritakan bahwa kereta sudah meledak, semua penumpang tak satupun selamat, tetapi Source Code memungkinkan Stevens/Sean untuk menghidupkan kembali hanya perlu waktu dalam hitungan delapan menit terakhir kehidupan penumpang di kereta. Yang terlibat disini salah satunya adalah seorang wanita cantik yang duduk didepan Steven di kereta , yaitu Christina (diperankan oleh aktris cantik Michelle Monahgan), Steven sepertinya faling in love dengan wanita ini. Sehingga diakhir cerita, Stevens begitu ngotot untuk masuk lagi ke program Source Code tersebut dan merelakan dirinya mati di dunia nyata hanya untuk menyelamatkan wanita bernama Christina tersebut, dengan mencoba untuk membatalkan misi pemboman kereta tersebut. Sebelumnya Stevens, sudah berhasil membongkar pelaku peledakan kereta tersebut. Akan tetapi Steven tidak bisa menghentikan bom yang meledak, tapi dia bisa menghentikan pembom yang merencakan sasaran berikutnya. Namun, untuk menemukan pembom bukan hanya misteri yang harus Steven pecahkan.

Nah bagaimana kelanjutan ceritanya? Berhasilkan Stevens menyelamatkan wanita yang ia cinta dan seluruh penumpang kereta tersebut? Penasaran dan agak rumit kan sebenernya film ini? Film yang di sutradarai oleh Duncan Jones ini keren lho, mending nonton saja ke bioskop terdekat. Dan nggak mungkin juga saya kupas tuntas disini, kan gak seru kan kalo diceritain semuanya. Pasti semua penasaran mengapa hanya perlu waktu 8 menit untuk menyelamatkan seisi kereta? well di film akan dijelaskan mengenai tentang itu.

Selamat menonton🙂

5 Tanggapan to “Source Code”

  1. Adnanomatic Says:

    pengen banget nonton ini, kayaknya mirip2 dejavu yah..

  2. henny Says:

    Ini film kemarin2 sdh gw tonton. Cukup menghibur dan ceritanya asyik utk di simak. btw cm utk review filmnya panjang amat tulisanny ya hehehe

  3. warm Says:

    iya ini film keren,
    mati berulang2 gitu dengan ending yg beda-beda
    overall, ini keren
    demikian😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: