Susahnya Menghentikan Sebuah Hubungan

Seperti sebuah potongan lagu dangdut nan fenomenal, yaitu ‘kau yang mulai kau yang mengakhiri, kau yang berjanji kau yang mengingkari..’ hloh kok malah lengkap nyanyi reff nya, maksudnya bait pertama itu aja, okeh.  maka setiap memulai hubungan mustinya yang memulai yang lalu mengakhiri, seperti percakapan sepanjang hari dua anak manusia di bawah ini

“Halo, pagi..”
“Halo, pagi juga, apakabarnya?”
“Baik, kamu ?”
“Baik juga..”
“Lagi ngapain ?”
“Lagi nganu ..”
“Hah, nganu ?”
“Kangen maksudnya..”
“Hueh, ngomong gitu aja susah..”

dan percakapan pun berlangsung setengah jam tanpa terasa..

“Eh, udahan dulu ya..”
“Kok udahan ?”
“Mau bersedekah..”
“Owh baik sekali, sama siapa ?”
“Bakteri dalam perut, sudah demo sih dari tadi..”
“Ngomong aja laper..”
“Ya udah kalo gitu ya..”
“Oke..”

diam sejenak..

“Kok, telponnya ga ditutup sih ?”
“Lha kan kamu yang nelpon, mustinya kamu yg nutup..”
“Oh harus gitu ya ?”
“Iya harus gitu..”

diam lagi..

“Tapi aku masih mau denger suaramu..”
“Huhuhu gombal..”
“Bener, tapi laper..”
“Ya udah gih sana..”
“Nanti kita sambung lagi ya, bye..”
“Bye..”

Klik, ditutup.
Tapi lima detik kemudian, tersambung lagi
..

“Hloh, ada apa lagi ?”
“Kok tak sesuai perjanjian sih?”
“Perjanjian apaan ?”
“Katanya siapa yang nelpon duluan, itu yang harus nutup duluan..”
“Habisnya ga selese-selese jadinya..”
“Ya udah, kalo gitu permisi yaa..”
“Iya sana..”
“Widih nadanya ngusir..”
“Bukan gitu…”

dan akhirnya percakapan pun tak jua usai menjelang saat makan siang tiba, dan terus berlanjut sampai muncul jingga di ufuk barat, lalu malam pun menjelang, dingin mulai merasuk walaupun kuping terbakar huehue.

Sungguh mengakhiri sebuah percakapan, tampaknya tak semudah memulainya, please do not try this at home, waspadalah, waspadalah..

Tulisan ini merupakan copas yang telah mendapatkan restu dari sumbernya yaitu si Om Warm , seorang yang romantis dan mengakui dirinya lelaki absurd *oops*😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: