Penyesalan

Pemirsa online semua sayah yakin, pernah kan dalam kehidupan yang katanya fanah ini pernah mengalami penyesalan?

Pasti dong semua orang tentunya pernah menyesali akan sesuatu yang bisa dirasakan pas dampaknya keliatan belakangan, bukan.

Nah iseng-iseng sayah bertanya kepada orang disekeliling juga bertanya usil kepada kerabat dekat untuk mengetahui apa saja sih sesuatu  yang pernah mereka sesali banget sampe sekarang . Banyak cerita lho dari mereka tentang penyesalan diri di masa lalu mereka.

  • Ada si Adi (temen kantor lama sayah) yang sampe hare gene menyesali banget karena tidak sempat berada di sisi sang Ibunda tercinta  dari beliau sakit sampai meninggal dunia, si Adi saat itu belum sempat pulang kampung karena  lagi sibuknya tengah ujian semester di kota tempat dia kuliah (duh …)
  • Konon, berdasarkan Tabloid Bintang kira-kira di tahun 2000 *ude lama banget yak* , sayah pernah membaca disalah satu artikelnya, kabarnya si Iis Dahlia  selebritis penyanyi dangdut itu aja pernah mengalami penyesalan karena doi waktu itu lagi manggung di Kalimantan bertepatan dengan bokap beliau sakit, dan mba Iis juga tidak berada di sisi Ayahanda tercinta waktu Ayahnya meninggal Dunia (Duuuuuuh……)
  • Lalu si Tezar (temen kuliah sayah) yang menyesali habis-habisan karena cita-citanya gagal menjadi seorang polisi yang gagah berani dikarenakan setiap mengikuti tes untuk masuk di Kepolisian tidak pernah lolos seleksi sampai mengikuti 3 kali tes (waduh…)
  • Terus si Mbak Melly (temen di kantor lama dulu) sangat-sangat menyesali dirinya sendiri karena dia pernah menabrak dan ngelindes anak kucing yang malang sampe koit  dan penyet,  waktu lagi bermotor on the way pulang dari belanja celana dalem di Tanah Abang (Weww sadis….)
  • Lain lagi cerita si Febri (temen SD sayah dulu) yang menyesali dirinya habis-habisan karena tidak keterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ngotot ingin masuk ke Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi PTN itu karena PTN favorit, padahal sudah 2 kali ikut tes tapi tetep tanpa hasil. Tapi sekarang doi sudah jadi sarjana walau lulusan dari Perguruan Tinggi Swasta yang juga ternama. (hoho….)
  • Kak Rian (temen dunia maya) bercerita kepada sayah, penyesalan yang terakhir dia rasakan adalah salah pilih pacar, karena ternyata cewek yang iya pacari waktu itu adalah cewek matre (duh kelaut aja deh neng….) yang suka kalap minta di beliin ini, itu dan anu kalau mereka jalan bareng (waduh mampus tekor deh berat di ongkos…)
  • Ada lagi nih, Mbak Aziz (temen kantor) nyesel setengah mati karena balikin Handphone orang yang dia nggak sengaja temuin di ruang ganti, trus pas di balikin yang punya hendphon bukannya terima kasih malah cuek tanpa bilang terima kasih. (duasaaarrr…..)
  • Lain cerita dengan si Panji (teman) , nyesel banget karena dulu dia tenyata pernah dapat tawaran bekerja di perusahaan berskala internasional dan dia nggak ambil tawaran itu namun mengambil tawaran lain dan sekarang perusahaan tempat dia kerja itu ternyata kurang memuaskan baik dari segi kinerja maupun salary (ooops…)
  • Trus si Ichsan (teman kantor lama), yang menyesal habis-habisan karena kalau belanja -belenji doi kalap memakai kartu kredit (credit card) sampai-sampai dia terlilit utang yang lumayan guede (Jangan di tiru yang ini yaa….)
  • Iseng sayah bertanya ke pemulung dijalan yang pake gerobak (lupa namanya siapa), si Bapak menyesali sekali sedari kecil si Bapak hidup di dunia ini tidak pernah mendapatkan kehidupan yang layak dan enak di duniawi. Katanya Tuhan itu ndak adil.  (nah lho….)

Well, siapapun pasti ada yang menyesali sesuatu, bukan?. Nah segitu dulu cerita-cerita mengenail penyesalan. Ini penyesalan mereka, apa penyesalanmu *sambil melahap Indomie goreng* *nggak nyambung*😀

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: