Dilemma Cinta Abege Labil

 

Jam 1 dini hari merupakan jamnya dimana khalayak manusia itu sudah tidur pulas.  Apalagi sekarang adalah bulan ramadhan, dimana kita harus tidur lebih awal karena kita kudu bangun buat sahur sekitar jam 3 pagi. Tapi untuk jam 1 seperti itu tadi pagi, tidak berlaku dengan sayah.

Kenapa?

Karena sayah dengan harus rela dan ikhlas hati meladenin telpon tadi seorang keponakan sayah.

Singkat cerita, sekitar jam satu kurang beberapa menit semalam, mata sayah sudah terasa sangat lelah. Ibarat bola lampu mungkin mata saya sudah bervolume 5 watt saking ngantuknya. Tentunya sayah sudah sangat ingin segera beranjak ke alam mimpi. Siapa tau sayah bisa mimpiin meluk kamu, habisnya cuma di mimpi sih aku bisa memiliki dan bisa meluk kamu *ealah, opo toh iki?* *krik-krik*

Hentikan pembicaraan nggak penting tadi. Mari kita lanjutkan mengapa saya tidak bisa tidur sekitar jam satuan semalam.

Jadi…

Sekitar jam satuan itu yang mestinya sayah sudah harus tidur nyenyak, tiba-tiba saja ada dering handphone berbunyi.  Sayah jadi berpikir, siapa sih tengah malam gini nelpon? setelah sayah lihat di Caller ID nya ooh ternyata telpon dari keponakan sayah yang berjenis kelamin perempuan itu. Dia adalah anak sulung dari abang saya yang sulung.

Nama panggilannya Deassy. Dia sekarang sudah duduk di kelas 2 SMA, sering saya ngeledekin dia itu dengan panggilan abege labil, hehe.  Dia juga satu-satunya keponakan yang dekat dengan sayah, karena sejak dia masih orok sampe segede gini dia masih suka manja-manjaan sama saya ketimbang sama bokap dan nyokapnya. Maklum, dia kan keponakan pertama dari garis keturunan keluarga, tapi meskipun sayah dekat sekali dengan dia, bukan berarti sayah tidak menyayangi 5 keponakan sayah yang lainnya yang lucu-lucu.

Jadi ditengah malam semalam itu si Deassy menelpon sayah. Tumben-tumbenan nih anak menelpon sayah semalam itu, karena biasanya sih nggak pernah.

Sayah jadi bertanya-tanya, ada apakah ini?

“Hallo…Ass…Om belum tidur nih?”

“Wass..Belum nih, kenapa malam2 gini nelpon, ada apa? kok tumben?”

“hehe nggak sih om, aku pengen curhat aja, boleh ya…?!”

“boleh…eh chat di bbm aja, ntar pulsa kamu habis lho?! atau biar Om yang telpon kamu ya Des ”

“Nggak papa kok om, lagian ini aku kan pake paket hemat, kan provider kita samaan om ”

“ya udah gak papa…lanjut ih mau curhat apa? “

Ah ternyata kekhawatiran saya segera lega, dia menelpon sayah karena ingin curhat tentang sesuatu.

Deassy ternyata curhat tentang apa yang ada di dalam hati serta pikirannya saat ini. Singkat kata, dia mulai mengenal yang namanya cinta dan pacaran. Saya secara pribadi heran juga, di usia segitu yang masih kelas 2 SMA ini anak kok sudah berani yang namanya main cinta-cintaan dan pacaran. Lha wong saya om nya saja baru bisa berani yang namanya pacaran pas jaman kuliahan. Sempet sih saya mau mencoba pacaran pas kelas 3 SMU *jaman sayah ejaannya SMU* tapi nggak berani *curhat dikit boleh ya*

Tapi yah nggak heran juga, seperti kebanyakan katanya zaman ini sudah berubah. Jangankan anak SMA, anak SMP saja sudah berani yang namanya pacaran dan cinta-cintaan *cinta monyet gitulah* atau bahkan semacam anak SD saja sudah ada yang pacaran. Duh, masih juga pake seragam putih merah sudah berani main hati tuh bocah-bocah. Perkembangan anak-anak sekarang memang sudah bener-bener ajaib. Apalagi ditambah dengan adanya berbagai media salah satunya seperti social media dan internet yang sangat memungkinkan mereka untuk merambah ke dunia luar mendapatkan jejaringan pertemanan.

Deassy bercerita, bahwa saat ini dia lagi dekat dengan seorang cowok, sejak kelas 1 SMU mereka sih sudah saling kenal katanya. Mereka satu sekolahan juga. Cowok itu *kalau tidak salah* bernama Irfan. Perkenalan mereka ternyata seringnya ketemu karena sama-sama mengikuti kegiatan extrakurikuler sekolah, yaitu Paskibra.  Hmmm..istilahnya mereka kayak menganut falsafah Kuliah Kerja Nyata (KKN)  ya “witing tresno jalaran soko kulino”  karena saling ketemu jadi deket gitu deh.

Sebenarnya Deassy rada minder katanya bisa dekat dengan cowok itu. Deassy minder bukan karena Deassy nya cantik dan si Irfan itu jelek. Nggak bukan karena itu. Deassy bilang si Irfan itu ganteng, lebih ganteng dari Om nya, si Reyno *sisiran+benerin make up*

Bener deh, katanya si Deassy sih, Irfan itu rada mirip Reza Rahardian katanya, mukanya cool, matanya sendu. Aakh pasti ini di lebay-lebaykan, lebih cakepan sayah deh. Yakin!! *disiram air panas*

Irfan orangnya baik, perhatian, suka nganterin pulang pake motor gede nya, hobby olahraga, dan yang paling penting si Irfan doyan mentraktir makan dan mentraktir nonton kata Deassy. Hmmm….

Sayah pun balik bertanya kepada Deassy :

“Orangnya kamu bilang ganteng, perhatian, baik trus kenapa kamu mesti minder? lha kan dia suka sama kamu? “

Deassy pun bilang, Sayang sih sayang, suka sih suka katanya trus ternyata mindernya dia terhadap si Irfan karena cowok itu berasal dari kalangan yang berada. Yaah artinya si Irfan itu anak orang borju lah. Deassy bilang dia minder, katanya sih dia nggak pantes pacaran sama si Irfan, mestinya Irfan itu yah pacaran dengan seorang gadis yang sekelas dia.

“yaah maklum om, Deassy kan cuma anak orang biasa. Deassy malu om sebenarnya kalau di lihat teman-teman sekolah, pasti mereka mengira Deassy, incarannya cowok-cowok tajir aja”

Miris sayah mendengar ucapan gituh dari keponakan sayah.

Hmmm…saya semakin heran lagi. Lagi-lagi anak jaman sekarang sudah benar-benar ajaib pemikirannya. Sudah berani bermain api asmara, Masa’ iya juga anak masih umur belasan tahun gituh sudah bisa dan sadar membedakan strata sosial. Kalau sayah sih nggak mikirin begonoan, saya mah mana peduli terhadap kecengan sayah, mau dia tajir melintir kek, mau punya mobil berapa kek, kalau sayah suka ya suka aja, nggak mau mikirin dia anak orang kaya atau miskin, yang penting dia cantik dan molek *jangan ditiru mentah-mentah ya kelakuan sayah kayak gituh* 😀

Sayah sebagai om nya, memberikan masukan dan nasehat untuk dia tentunya. Sayah bilang ke Deassy:

“Untuk saat ini yang harus kamu fokus kan adalah belajar, belajar dan belajar. Tujuan kamu saat ini hanyalah itu. Sebenarnya kamu terlalu dini untuk mengenal yang namanya pacaran apalagi cinta, karena cinta itu maknanya luas. Cinta bukan hanya sekedar namanya berpacaran saja, tapi ada hal-hal lain yang perlu di pikirkan mengenai itu”

“Boleh saja kalau kamu mau pacaran di masa sekolah ini, tapi pastikan kamu tahu batasannya dengan wajar. Mengingat tujuan kamu sampai sekarang adalah belajar. Satu lagi, ini adalah sebuah komitmen dan hal yang paling penting dalam mengenal cinta, berani mengenal cinta artinya kamu harus siap mental untuk beresiko sakit hati. Karena tak ada cinta bila tidak dilandasi sakit hati…”

Welcome to love Deassy…

Rasanya baru kemarin kamu saya timang-timang. Seiring dengan berjalannya waktu yang semakin cepat, sekarang kamu tumbuh menjadi gadis kecil yang sudah mengenal cinta.

Semoga kamu bisa menjalankan apa makna cinta yang sesungguhnya. Bila kelak waktumu beranjak dewasa, kamu akan tahu apalah arti sebuah cinta yang sesungguhnya….

***

“A relationship doesn’t need any promises, terms or conditions,it just need two wonderful persons – “one who can trust & one who can understand”

 

2 Tanggapan to “Dilemma Cinta Abege Labil”

  1. warm Says:

    ya ya ya menarik obrolan antara om dan ponakannya ini,
    tapi sungguh yg kentara sangat malah curcolan omnya,
    walaupun terkesan terselip malu-malu di tulisan itu hihihi
    :mrgeen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: